Hari Aksara Internasional 2014: 6 Juta Penduduk Indonesia Masih Buta Aksara

Diposting tanggal 2014-09-07

Tanggal 8 September ditetapkan oleh UNESCO sebagai Hari Aksara Internasional (International Literacy Day). Indonesia sebagai bagian dari PBB juga ikut merayakan peringatan Hari Aksara Internasional.

Memang setiap tahunya jumlah buta aksara di Indonesia semakin menurun. Namun walaupun demikian, di Indonesia sendiri hingga saat ini masih ada sekitar 6.165.404 penduduk Indonesia masih buta aksara.

Dikutip dari Republika.co.id (7/9/14), disebutkan bahwa pemerintah Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk menuntaskan 6.165.404 penduduk buta aksara usia produktif antara 15-59 tahun melalui program afirmasi di 11 provinsi dengan jumlah buta aksara tinggi.

“Program penuntasan buta aksara di Indonesia telah berhasil menurunkan jumlah penduduk buta aksara dari 9,55 persen atau sekitar 13 juta jiwa pada tahun 2005 menjadi 3,86 persen atau sebesar 6.165.404 jiwa pada tahun 2013. Tetapi jumlah penduduk buta aksara tersisa ini harus segera dituntaskan,” kata Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad di Jakarta, Ahad (7/9), saat menjelaskan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-49 pada 20 September.

Ia mengatakan jumlah dan presentase tersebut telah menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam memenuhi target Deklarasi Dakkar tentang Pendidikan Untuk Semua (PUS) atau Education for All (EFA) pada tahun 2015 bahwa Indonesia dapat menurunkan separuh penduduk buta aksara menjadi tinggal lima persen.

Jumlah Buta Aksara di Berbagai Daerah di Indonesia

Lebih lanjut Hamid Muhammad mengatakan beberapa kantong-kantong buta aksara yang masih tinggi di Indonesia terdapat di 11 propinsi, yaitu Papua (30,93 persen0 atau 615.977 jiwa, Sulawesi Barat 7,96 persen atau 60.164 jiwa, Sulawesi Selatan sebesar 7,37 persen atau 381.329 jiwa, Nusa Tenggara Barat sebesar 10,92 persen atau 314.435 jiwa, Jawa Timur sebesar 5,92 persen atau 1.481.646 jiwa, Kalimantan Barat sebesar 5,76 persen atau 170.038 persen.

Selanjutnya, Propinsi Bali sebesar 5,33 persen atau 140.628 jiwa, Papua Barat sebesar 4,92 persen atau 26.280 jiwa, Sulawesi Tenggara sebesar 4,60 persen atau 65.924 jiwa dan Jawa tengah sebesar 4,54 pereen atau 960.905 jiwa.

“Selain menuntaskan sisa penduduk buta aksara di 11 propinsi tersebut, juga terdapat sebanyak 27 kabupaten yang masih memiliki sekitar 50 ribu penduduk buta aksara yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pemberantasan buta aksara,” kata Hamid Muhammad.

Lebih lanjut dikatakannya Kemdikbud secara khusus telah merumuskan Program Afirmasi Pendidikan Keaksaraan (APIK) untuk jumlah penduduk buta aksara tertinggi di Provinsi Papua yang mencapai 30,93 persen. Melalui program APIK tersebut diharapkan percepatan penurunan jumlah penduduk buta aksara di papua dapat dituntaskan dengan cepat dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Sedangkan untuk provinsi lainnya, ujar Hamid digunakan pendekatan penuntasan buta aksara yang memerhatikan kearifan lokal tetapi dengan tetap menerapkan “praktik terbaik” yang selama ini sudah terbukti berhasil menuntaskan angka buta aksara di sejumlah provinsi. Sementara itu, terkait acara puncak peringatan HAI 2014 ke 49 tingkat nasional akan dilaksanakan di Kendari Sulawesi Tenggara pada tanggal 20 September 2014 yang antara lain akan diisi dengan acara penyerahan Anugerah Aksara 2014 kepada gubernur dan bupati/wali kota yang berperan penting dalam pemberantasan program buta aksara

Sumber : http://duniaperpustakaan.com/hari-aksara-internasional-2014-6-juta-penduduk-indonesia-masih-buta-aksara/



Tinggalkan Komentar

  Nama :
  E-mail :
  Website :
  Komentar :